banner 728x90

Sandro Adityajaya Dojo Resmi Diluncurkan, Perkuat Pembinaan Atlet Muda Berkarakter

Sandro Adityajaya Dojo fokus pembinaan atlet muda berkarakter di Tangerang
Sandro Adityajaya Dojo resmi diluncurkan sebagai pusat pembinaan atlet muda berkarakter dan berprestasi

Tangerang — Sandro Academy secara resmi mengumumkan perubahan identitas dengan mengusung nama baru Sandro Adityajaya Dojo. Transformasi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi mendalam kepada Irjen Pol Daniel Adityajaya,  atas dedikasi, keteladanan, serta kepeduliannya dalam pembinaan generasi muda melalui jalur disiplin, karakter, dan olahraga prestasi.

Pergantian nama tersebut menandai babak baru yang sarat makna. Bukan sekadar rebranding visual, perubahan ini menjadi penegasan nilai bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk manusia Indonesia yang tangguh, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat global.

Melalui Sandro Adityajaya Dojo, lembaga ini meneguhkan komitmen jangka panjang untuk terlibat aktif dalam mendidik dan membina anak-anak serta remaja Indonesia, khususnya di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Di saat yang sama, dojo ini juga membuka peluang luas bagi talenta dari berbagai daerah melalui program pembinaan olahraga prestasi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Cabang olahraga yang dikembangkan meliputi Judo, Kurash, Full Contact Karate, dan Jujitsu, dengan pendekatan latihan modern yang mengedepankan disiplin, karakter, serta penguatan mental bertanding.

Pendiri sekaligus pelatih kepala Sandro Adityajaya Dojo, Subhan Prasandra, menegaskan bahwa transformasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik tumbuhnya minat dan bakat olahraga sejak usia dini.

“Kami ingin dojo ini menjadi rumah harapan, tempat anak-anak menemukan potensi terbaiknya, belajar disiplin, menghargai proses, dan berani bermimpi besar melalui olahraga,” ujar Subhan, Sabtu (7/1/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi nilai yang dibangun diyakini akan memperluas jangkauan pembinaan, tidak hanya bagi anak-anak Tangerang, tetapi juga bagi generasi muda dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Subhan juga mengungkapkan harapannya agar pada tahun ini dapat terealisasi rencana membawa para pelatih dan atlet berbakat untuk berkunjung serta berlatih langsung di Kodokan Judo, Jepang, yang dikenal sebagai pusat dan kiblat olahraga Judo dunia.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kualitas teknik, sekaligus memperkuat mental bertanding atlet.

Selain itu, Sandro Adityajaya Dojo juga menargetkan pengiriman dua pelatih dan dua atlet untuk mengikuti sertifikasi pelatihan Kurash di Tashkent, Uzbekistan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia olahraga nasional.

Namun demikian, Subhan secara terbuka mengakui bahwa tantangan terbesar yang saat ini dihadapi adalah keterbatasan pendanaan.

“Kejujuran harus kami sampaikan, pendanaan menjadi kendala utama. Pada Januari lalu, dana pribadi dan kas organisasi telah kami gunakan sepenuhnya untuk renovasi besar-besaran dojo demi keselamatan dan kenyamanan atlet. Kami percaya investasi pada tempat latihan adalah investasi pada masa depan mereka,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya pemenuhan sejumlah kebutuhan pendukung sport science, seperti pengadaan LCD pelatihan, sistem suara, hingga scoring board portable yang sangat dibutuhkan untuk menunjang metode latihan modern dan profesional.

Sejalan dengan itu, Sandro Adityajaya Dojo menyatakan keterbukaannya terhadap berbagai bentuk dukungan, khususnya dukungan finansial dari para donatur, mitra sponsorship, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat program pembinaan anak-anak kurang mampu, yang mencakup penyediaan seragam latihan standar, pemenuhan nutrisi atlet, pengadaan perlengkapan latihan dan pertandingan, penguatan fasilitas sport science, hingga dukungan teknologi penunjang lainnya.

“Kami sering menemui anak-anak dengan bakat luar biasa, namun terhambat oleh keterbatasan ekonomi. Di sinilah kami ingin hadir, menjadi jembatan agar keterbatasan tersebut tidak mematikan mimpi mereka,” kata Subhan.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Subhan menegaskan bahwa semangat pengabdian tidak akan surut.

“Kami mungkin terbatas secara materi, tetapi kami kaya akan tekad dan mimpi. Selama masih ada anak-anak yang ingin berlatih dan berjuang, kami akan terus berdiri, membina, dan mengabdi untuk Indonesia,” tutupnya.

Dengan semangat kolaborasi serta harapan akan dukungan dari berbagai pihak, Sandro Adityajaya Dojo optimistis dapat terus melahirkan generasi atlet berprestasi yang berkarakter, membanggakan daerah, serta mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Editor: Madalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *