MITRAPOLITIKA, Lombok NTB – Atlet muda Indonesia asal Kota Tangerang kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat internasional. Mereka berhasil membawa pulang medali dari ajang 2nd KUSEA Kurash Championship dan 1st KUSEA Beach Kurash Championship yang digelar di Sheraton Senggigi Beach Resort, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Empat atlet muda tersebut adalah Deswita Maharani Putri, Isabella Mahadewi Putri, Mario Alfaridzi Putra, dan Sulthan Baasil Athailah. Mereka tampil gemilang menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara Asia Tenggara.
Rincian Perolehan Medali
2nd KUSEA Kurash Championship:
- Medali Perak: Deswita Maharani Putri (Junior -45 Kg, SMPN 4 Kota Tangerang)
- Medali Perak: Isabella Mahadewi Putri (Cadet -35 Kg, SDN 5 Kota Tangerang)
- Medali Perunggu: Mario Alfaridzi Putra (Cadet -32 Kg, SDN 4 Kota Tangerang)
1st KUSEA Beach Kurash Championship:
- Medali Perak: Deswita Maharani Putri (Junior -45 Kg)
- Medali Perak: Isabella Mahadewi Putri (Cadet -35 Kg)
- Medali Perak: Mario Alfaridzi Putra (Cadet -32 Kg)
- Medali Perunggu: Sulthan Baasil Athailah (Junior Putra -50 Kg)
Motivasi dari Sang Juara
Ketiga kakak-beradik, Deswita, Isabella, dan Mario, kompak mengungkapkan bahwa motivasi terbesar mereka adalah ingin bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kami ingin Bapak Presiden tahu bahwa anak-anak bangsa bisa berprestasi melalui olahraga. Harapan kami suatu saat bisa diundang ke Istana untuk bertatap muka dan berjabat tangan dengan beliau. Itu menjadi motivasi terbesar kami untuk terus berlatih keras dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar Deswita yang diamini oleh Isabella dan Mario.
Mereka menegaskan bahwa prestasi yang diraih bukan untuk mencari hadiah atau penghargaan, melainkan sebagai bentuk cinta tanah air dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Perjuangan Sulthan dengan Cedera
Sementara itu, perjuangan Sulthan Baasil Athailah juga patut diapresiasi. Meski mengalami cedera kaki sejak pertandingan pertama melawan atlet Vietnam, Sulthan tetap melanjutkan perjuangan. Ia mampu mengalahkan atlet Malaysia dan Thailand sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan asal Filipina di partai final.
“Di babak final saya sudah tidak mampu bermain maksimal karena cedera semakin parah. Tapi saya bersyukur tetap bisa menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia,” ucap Sulthan dengan mata berkaca-kaca.
Keberanian Sulthan bertanding dalam kondisi cedera dipuji banyak pihak sebagai bukti ketangguhan mental seorang atlet muda.
Dukungan Keluarga
Erni Krismiati, ibu dari Deswita, Isabella, dan Mario, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan anak-anaknya. Ia menilai olahraga Kurash tidak hanya mengantarkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepercayaan diri.
“Saya bangga sekali karena anak-anak tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang kuat. Mereka menjadikan sosok Bapak Presiden sebagai inspirasi untuk terus berjuang,” tutur Erni dengan haru.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Deretan prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan mimpi besar dapat diwujudkan dalam waktu singkat. Para atlet muda asal Kota Tangerang ini tidak hanya menyumbangkan medali, tetapi juga memberikan pesan moral bahwa olahraga mampu membentuk karakter sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Harapan besar pun muncul agar kisah perjuangan mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi di bidang apa pun, termasuk olahraga tradisional Kurash yang masih berkembang di tanah air.