MITRAPOLITIKA.com, Blora – Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, kini tengah bersemi dengan semangat kewirausahaan yang digagas oleh para ibu rumah tangga. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) individu yang berfokus pada optimalisasi peran ibu-ibu dalam berwirausaha, Tini Pujiyanti, mahasiswa program Studi Tehnik Sipil, Fakultas Tehnik Universitas Narotama Surabaya, telah berhasil menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal. Universitas Narotama Surabaya merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terfavorit di Jawa Timur.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sarana untuk pengabdian kepada masyarakat dan syarat mendapat gelar sarjana bagi mahasiwa starta satu dim Indonesia. Program KKN ini telah berjalan efektif mulai 20 April hingga 30 Juni 2025, di mana Tini Pujiyanti mendampingi ibu-ibu di Desa Wado untuk mengembangkan berbagai usaha rumahan yang inovatif. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada penguatan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan perempuan di desa.
Pelatihan dan Pendampingan Intensif Optimalisasi peran ibu-ibu dalam berwirausaha dimulai dengan serangkaian pelatihan intensif yang diberikan oleh Tini selama periode KKN. Materi yang disampaikan meliputi identifikasi potensi lokal, pengembangan ide usaha, manajemen keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, hingga pentingnya inovasi produk.
“Sebelumnya, banyak dari kami yang tidak terpikir untuk memulai usaha sendiri. Namun, setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Mbak Tini, kami jadi lebih percaya diri,” ujar Ibu Sumiati, salah seorang peserta program yang kini sukses menjual olahan makanan ringan khas Blora.
Tini tidak hanya memberikan teori, namun juga mendampingi secara langsung proses produksi dan pemasaran. Beberapa produk unggulan yang berhasil dikembangkan antara lain makanan ringan tradisional, hingga produk pertanian organik hasil kebun sendiri.
Dampak Positif bagi Ekonomi Keluarga dan Desa
Kehadiran program KKN individu ini membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian keluarga di Desa Wado. Banyak ibu-ibu yang kini memiliki penghasilan tambahan, bahkan beberapa di antaranya mampu membuka lapangan kerja kecil bagi tetangga sekitar.
Kepala Desa Wado, Bapak Agung Supriyanto, menyambut baik inisiatif ini. “Program KKN ini sangat membantu desa kami dalam mengembangkan potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap maksimal. Kami berharap semangat kewirausahaan ini terus berlanjut dan menular ke seluruh warga,” ungkapnya.
Masa Depan Kewirausahaan di Desa Wado
Dengan modal semangat dan bekal pengetahuan yang diberikan oleh Tini Pujiyanti, ibu-ibu di Desa Wado diharapkan dapat terus mengembangkan usahanya secara mandiri. Pihak desa berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, termasuk dalam hal fasilitasi akses pasar dan permodalan.
Kisah sukses ibu-ibu Desa Wado ini menjadi inspirasi bahwa dengan dukungan dan kemauan, potensi besar dapat digali dari setiap individu, membawa perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, dan desa secara keseluruhan. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci utama dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.
Red/menco